Dari Brocante di Perancis hingga Pasar Loak di negeri China ..

1 Jul

Vintage Portrait - Man with Beard
Vintage Portrait – Man with Beard
Vintage Portrait - Man with Glasses
Vintage Portrait – Man with Glasses
Framed/Unframed French Land Deeds
Framed/Unframed French Land Deeds

*****************************************************************************************888
Menarik adalah membandingkan dengan sesama flea market di negeri lain di Asia, yaitu China. Rupanya di kota Beijing, ibukota negeri dengan jumlah penduduk terbesar di seluruh dunia .. juga terdapat flea market. Nah, tentusaja flea market di negeri yang banyak sekali penduduknya ini ramai sekali dikunjungi orang.
Lebih jauh tentang flea market di negeri China .. silakan baca artikel di bawah. Saya sendiri tidak sependapat dengan sebutan pasar loak, sebab flea market menjual barang-barang yang sangat layak pakai hingga barang-barang koleksi, hobi, antik dan seni.
Wien AR.
Memasuki Pasar Loak Kota Beijing

cri
Pasar Loak Di Kuil Baoguo??Bisa Mengoleksi, Bisa Kenal Sahabat

Pasar buku Kuil Baoguo yang terletak di Jalan Guang An Men Nei, bagian selatan kota Beijing patut disebut sebagai pasar generasi lama di pasar loak kota Beijing.

Kuil Baoguo dibangun pada Dinasti Liao, dan runtuh pada Dinasti Ming, tahun 1466 kuil itu dibangun kembali. Pasar buku dalam kuil itu katanya sudah bersejarah ratusan tahun. Buku-buku bekas di sini antara lain, majalah, buku komik, perangko, kartu, merek rokok dan lain sebagainya. Di kuil ini sepanjang tahun diadakan “Pameran uang logam dan perangko sedunia”, “Pameran merek rokok dan percikan api”, “Pameran buku komik” serta pameran-pameran khusus lain, telah menarik sejumlah besar tokoh di dalam maupun luar negeri. Karena junis buku sangat lengkap, maka pasar barang koleksi kebudayaan Kuil Baoguo disebut sebagai “tempat pertukaran penggemar koleksi”.

Buku cerita bergambar adalah barang disambut paling baik dalam pasar buku Kuil Baoguo. buku cerita bergambar juga disebut sebagai buku komik. Puluhan tahun yang lalu, buku komik adalah terbitan berpengaruh besar di Tiongkok. Kini buku komik menaik perhatian semakin banyak kolektor dan investor. “Sekarang seset buku komik Hong Lou Meng ( Mimpian Di Gedung Merah) bisa dijual setinggi 40,000 sampai 50,000 Yuan RMB, buku tunggal yang berharga bisa dijual sampai 10,000 Yuan RMB” dikatakan oleh sorang pedagang kaki lima buku bekas.

Di pasar loak Kuil Baoguo, setiap hari anda bisa terlihat sejumlah penduduk jongkok dan membaca buku komik yang bentuknya sebesar tangan. halaman buku komik bekas yang sudah menguning telah dibuka satu per satu oleh mereka, terasa suasana puluhan tahun yang lalu, juga menarik kenangan orang terhadap waktu gembira pada masa anak-anak.

“Sebenarnya, kami berdagang di sini tidak hanya untuk dapatkan uang” dikatakan oleh seorang pedagang kami lima, “karena sejumlah besar penggemar adalah tokoh-tokoh terkenal, tujuan kami ialah dengan koleksi mengembangkan koleksi, serta dengan koleksi menenal sahabat baru”.

Pusat Perdagangan Barang Bekas Li Kang Jin Qiao

??”Barang Baru” Di Sini Juga Murah

Pusat perdagangan barang bekas Li Kang Jin Qiao terletak di jalan Datun Distrik Chaoyang Beijing Timur, juga adalah pasar barang bekas yang sangat terkenal di Beijing. Tapi kalau anda sekarang pergi ke sana, bisa terlihat sofa, meja dan kursi yang diangkut ke truk sama sekali baru. “Beli seset meja dan kursi yang lumayan di sini hanya bayar sekitar 600 Yuan RMB, kalau beli perabot baru bagaimana pun harus makan uang lebih dari 1000 Yuan”. Dikatakan oleh pembeli itu. “Lihat aja, kesemua ini hampir baru.”

Di pasar Li Kang Jin Qiao, anda bisa menemukan stoker gas berharga 40 Yuan RMB, penanak nasi berharga 50 Yuan RMB, atau ranjang sederhana yang berharga 70 Yuan RMB….. harganya murah sekali. Hampir semua barang-barang kehidupan baik mesin elektronik maupun mangkok dan wajan semua bisa dibeli di sini.

Seorang pedagang mengatakan: “orang-orang yang datang ke pasar Li Kang Jin Qiao kebanyakan adalah sejumlah tenaga kerja yang berasal dari luar kota Beijing dan mahasiswa-mahasiswa yang baru lulus dan bekerja, dan juga ada sebagian penduduk kota yang pendapatannya relatif rendah.

Sekarang semakin banyak orang berpendapat “bisa mendapatkan barang bagus dalam pasar loak”. Seorang pembeli yang sedang memilih peti es mengatakan: “sejumlah besar barang dijual di sini adalah timbulan produk yang belum terjual oleh perusahaan, hampir sama dengan produk baru, peti es ini hanya kulitnya agak rusah, sebenarnya tidak mempengaruhi penggunaannya.”

Pasar Loak Pan Jia Yuan: Mendatangkan Rasa Gembira dan Harta

Pukul 4 dini hari, di depan pindu gerbang Pasar barang bekas Panjiayuan yang terletak di jalan bagian selatan Lingkaran 3 Timur di Distrik Chaoyang Beijing, sudah terkumpul oleh becak, truk yang mengangkut barang kesenian kecil dan juga pembeli-pembeli yang datang jalan kaki. Pukul 4 lewat 30 menit, setelah pindu gerbang dibuka, orangnya berdesak-desak masuk ke pasar itu.

Seorang pembeli yang umurnya setengah baya mengatakan: “Seharusnya pagi-pagi datang ke Panjiayuan, karena bisa mendapatkan barang-barang yang sangat berharga.”

Pasar loak Panjiayuan yang luasnya 48,500 meter persegi dan terdapat 3000 lebih kios itu terkenal dengan “Pasar barang koleksi yang jenisnya paling lengkap di seluruh Tiongkok”. Barang-barang bekas di sini antara lain perabot kuno, alat tulis, tulisan dan gambar yang kuno, majalah kuno, wayang kulit, masker dan lain sebagainya. Kadang-kadang di pasar terdapat sejumlah ahli pakai kaca pembesar menikmati barang-barang bekas, sama sekali terpenam dalam kegembiraan menilai barang-barang kuno.

Dan anda juga bisa sering lihat penjual-penjual di sini membawakan sejumlah barang kuno yang berkarat bahkan masih ada lumpur ke depan penbeli, setelah melihat ke sekeliling dengan berhati-hati, baru memperkenalkan sejarah barang itu kepada pembelinya. Harga dalam mulutnya harga tinggi, tapi kebanyakan waktu akhirnya transaksi dijadikan dengan harga yang sangat murah.

Seorang pembeli sambil membayar sambil mengatakan: ” saya tidak peduli asli atau palsu dan penilaian koleksi barang-barang itu, asal sesuka hati akan saya beli.”

Pasar loak Panjiayuan mendatangkan rasa gembira dan harta kepada banyak orang. Dan penjual-penjual kaki lima di sini juga sangat bangga terhadap pasar “Pan Jia Yuan”. Hampir semua penjual di sini bisa menceritakan satu dua hal besar yang terjadi di sini “80% barang yang dijual di Jalan Koleksi Seoul Korea Selatan datang dari Pan Jia Yuan”, “bos-bos di Kota Koleksi Osaka Jepang setiap bulan datang ke Pan Jia Yuan sekali”, atau ” Mantan Presiden Amerika Bill Clinton dan istrinya pernah khusus datang ke Pan Jia Yuan.”……

Saudara pendengar, demikian tadi kami perkenalkan pasar loak di kota Beijing. Terima kasih atas perhatian anda, sampai jumpa lagi pada minggu depan. Inilah peniar Anda Lily.

comment :

RINI SALMIARNI SALMAN DJIBAN S at 2009-05-18 11:14:06
RASANYA KALAU BENTUK LAMPION YANG CANTIK DAN KONONNYA BISA MEMBUAT HILANG SIALNYA BAJU ORANG BISA BANYAK DIPASARKAN DI INDONESIA, TAPI HARGANYA JANGAN MAHAL-MAHAL SEBAB PENGHASILAN KAMI MINIM DAN BANYAK HUTANG DENGAN NEGARA JEPANG. CONTOHNYA KAMI MASIH HARUS MENGIMPORT TEKNOLOGI PENGOLAHAN SAMPAH DARI JEPANG DENGAN TEKNOLOGI GYKOKO YANG HARUS KAMI SANGGUPI SELAMA KURUN WAKTU 21 TAHUN .MAKLUM KALBAR TERMASUK DAERAH MISKIN NOMOR 2 SEINDONESIA.

FROM YOGYA & BANDUNG WITH LOVE.

30 May

Kesibukan sehari-hari kadang membuat tidak terasa .. waktu begitu cepat berlalu. Sebagaimana yang terjadi dengan diri saya .. pagi ini saat membuka blog, ehhhh .. ternyata sudah lewat 2 minggu belum di up-date lagi. Nah, sembari nyimpen-nyimpen foto inilah sekaligus mendapatkan kesempatan menuliskan beberapa hal tentang berbagai aktifitas terutama yang berkaitan erat dengan Fleamarket Indonesia. Ini juga mengambil cerita dari beberapa hari yang lalu saat melakukan perjalanan ke Yogya dan Bandung.

Yang pertama ingin saya tampilkan adalah perihal kendaraan vespa yang saya peroleh di Bandung dan sudah di-servis dibagian sana-sini :

   

Yang ke-dua tentang sepeda, yang mana sepeda merk Phoenix bikinan China termasuk benda yang memiliki banyak cerita buat saya karena sepeda jenis itu merupakan alat transportasi saya sehari-hari ketika masih sekolah di Yogyakarta. Sementara sepeda onthel .. sebagaimana anda ketahui sekarang-sekarang ini lagi digandrungi banyak orang .. bener, kan?

 Go to fullsize image Go to fullsize image Go to fullsize image 

Go to fullsize image 

Yang ke-tiga adalah sekelumit cerita tentang kereta atau dalam istilah Jawa sering disebut “andong rodo papat”. Kendaraan atau alat transportasi jenis ini di Yogyakarta mudah sekali ditemui .. mulai dari stasiun kereta api dan terminal bis hingga jalanan utama kota di Malioboro. Buat saya sendiri tentunya sangat bergembira ia manakala mendapatkan kesempatan bisa juga memiliki kereta-kereta dari kalangan dalam istana. Wah …. nggak cuma gembira teapi juga sangat berntung!

  

   

View Image View Image

Dan berikut ini adalah model-model patung Loro Blonyo yang dipublikasikan di sebuah blog, yang mana dalam bentuk lain dan terbuat dari tanah liat beberapa pasang saya dapatkan di daerah Kasongan, Bantul.

   Go to fullsize image Go to fullsize image

Hmmmm …. rasanya sudah lumayan cerita saya di akhir pekan ini. InsyaAllah dalam waktu dekat akan segera menulis lagi tentang seputaran flea market. Untuk itu anda teman-teman dan relasi saya sukalah datang ke Fleamarket Indonesia at Summarecon Mal Serpong pada setiap akhir pekan.

Salam,

Wien AR.

 

 

SEKELUMIT CERITA DARI RANGKAS BITUNG.

13 May

Terus terang beberapa hari belakangan ini saya lagi keasyikan berembug macam-macam hal seputaran dunia usaha dengan Mang Oedin si Raja Bakso dari Mekah. Mulai dari rencana membuka kedai-kedai bakso dan segera pula me-waralaba-kannya hingga ke urusan membuka Biro Perjalanan Umroh dan Haji, serta mencari lahan-lahan tidur untuk mendirikan pasar-pasar yang diupayakan dapat memberikan banyak manfaat buat orang banyak.

 

Bila Anda Kangen Sayalah Obatnya (BAKSO).

Semua itu masih ditambah sedikit lagi, yaitu bidang penerbitan dan juga jasa pelatihan-pelatihan bagi para pengusaha lemah terutama yang berkaitan dengan bisnis bakso. Nah, perihal bakso yang lalu dipanjangkan oleh mang Oedin menjadi “Bila Anda Kangen Sayalah Obatnya” inilah yang saat ini tengah dirancang dan dipersiapkan agar dapat segera direalisasikan.

 

Lha, kalau di sini saya sebutkan sekelumit cerita dari Rangkas Bitung .. itu tidak kurang dan tidak lebih karena Mang Oedin sendiri memang asli situ dan selebihnya di situ pula saya mematangkan segenap rencana dan cita-cita bersama. InsyaAllah!

Ada yang mau kasih saran atau masukan .. tentunya saya tunggu dan sebelumnya tidak lupa diucapkan terimakasih.

Wien AR.

021-7031 6671 // 0813 86 5050 83.

TAMU DARI MEKAH DI FLEA MARKET.

6 May

Tak dinyana dan tak diduga .. pada minggu lalu flea market mendapat kunjungan tamu dari jauh, yaitu Mang Oedin si Raja Bakso dari Mekah. Kenapa Mang Oedin sampai datang ke flea market tentu panjang ceritanya .. tetapi yang jelas beliau ini memang sahabat saya, yang insyaAllah dalam waktu dekat akan hadir di berbagai tempat bersama bakso dan program-program perjalanan ibadah haji dan umrah ke tanah suci, serta pasar-pasar yang akan memberikan berbagai fasilitas untuk pengusaha-pengusaha kecil di berbagai tempat.

 

 

Tak kenal tak sayang ..

Alhamdulillah .. setelah saya mempublikasikan kedatangan dan beberapa rencana yang akan kami bikin bersama ternyata mendapatkan banyak tanggapan positip dari segenap teman dan relasi dibebagai daerah. Nah, semoga apa-apa yang akan kita lakukan ke depan nanti senantiasa mendapatkan ridho dan keberkahan dari Allah SWT.

Wien AR.

PERJALANAN 2 MINGGU FLEA MARKET.

28 Apr

FLEAMARKET INDONESIA - MINGGU KE 2  (24-25 APRIL 2010). 014 by you. //  

Pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal, 24 dan 25 April 2010 adalah perjalanan selama 2 minggu pertama Fleamarket Indonesia yang saya coba perkenalkan kepada masyarakat, khususnya yang berdomisili dan atau bekerja setiap harinya di seputaran Tangerang. Sebuah gagasan baru umumnya memang masih banya kekurangan disana-sini .. apakah itu persediaan tempat dan tenda sert perlengkapan lainnya maupun pelayanannya, serta jumlah peserta yang berjualan, yang baru setengahnya saja dari kapasitas tempat atau stand yang disediakan. Tetapi tentu saja tak ada gading yang tak retak harus selalu dipahami dengan baik, sehingga yang sementara ada harus disyukuri .. agar dapat dijadikan modal ata bekal buat ke depan nanti.

Nah, ini sebagian rekaman dalam bentuk gambar-gambar :

   

 

   

 

       

Demikianlah sekelumit cerita tentang perjalanan Fleamarket Indonesia pada dua minggu pertama .. yang dikemas dalam bentuk gambar-gambar. Jangan lupa ya .. barang-barang yang ditampilkan disini berupa gambar-gambar ini aslinya adalah dijual.

Salam

Wien AR.

ANTARA RADEN ADJENG KARTINI & PASAR FLOHMAK.

20 Apr

Winarto A. Rasul RADEN ADJENG KARTINI. Door Duisternis Tot Licht .. Habis Gelap Terbitlah Terang. Masih pada ingat nggak kalau besok itu tgl. 21 April .. adalah peringatan hari lahirnya Raden Adjeng Kartini?

Kalau saya ya selalu ingat .. terutama dua tahun terakhir ini, sebab persis pada tanggal 21 April 2007 Pasar Flohmak digelar pertamakalinya. Lha, kalau gitu mbesok-mbesok akan ada perayaan HUT Pasar Flohmak ..? Lha, siapa panitianya .. kalau emang ada, ya .. ayo ..!!

http://groups. yahoo.com/ group/Fleamarket -Indonesia/

                                                                                                                ***
Berkaitan dengan peringatan hari lahir Raden Adjeng Kartini pada tanggal, 21 April .. sengaja di sini saya tampilkan cuplikan tulisan di Facebook pada tanggal, 20 April malam ini.

Winarto A. Rasul Kebetulan saja hari lahir Pasar Flohmak persis plekg dengan hari lahir Raden Adjeng Kartini. Harapannya semoga pasar yang kami ciptakan ini juga membawa sinar kehidupan menerangi dunia.
Winarto A. Rasul

Satu lagi selain Pasar Flohmak .. bahwa, sejak masih awal-awal kuliah dulu pada tahun 1976 saya juga telah mendirikan usaha mebel dan ukir-ukiran dari Jepara dengan bendera PD. Puri Kartini.
Tak kenal tak sayang .. nggak terasa, ternyata PD. Puri Kartini telah berusia 34 Tahun. Dan ini mengingatkan saya .. bahwa pada sekitar 21 tahun yang lalu saya juga menjadi bagian dari pembangunan Kota Mandiri Bumi Serpong Damai sejak awal, yaitu sebagai pelaksana pekerjaan seluruh interior rumah-rumah contoh.
Wah, kalau diteruskan bisa panjang sekali ceritanya ..
Wien AR.

SOFT OPENING FLEAMARKET INDONESIA (17-18 APRIL 2010).

18 Apr

Hari ini, tanggal, 18 April 2010 adalah hari kedua Fleamarket Indonesia at Summarecon Mal Serpong melakukan soft opening. Minggu perdana Fleamarket Indonesia yang lokasinya terletak di Sentra Gading Serpong  diselenggarakan. Walaupun ini baru merupakan soft opening sehingga mesti dimaklumi apabila terdapat kekurangan disana-sini tetapi tak asyik juga kalau saya sebagai penyelenggara tidak mengambil momen-momen yang menarik yang terjadi ..

Hari masih pagi sehingga area parkir disekitar tempat yang dipakai untuk Fleamarket Indonesia juga masih tampak belum begitu ramai ..

   

Benar .. pada saat gambar diambil, pada saat mana beberapa pedagang barusaja selesai menata dagangannya waktu baru menunjukkan pukul 7 lewat sedikit, sebagaimana tampak pada jam dinding merk 555 bikinan Shanghai – China di atas.

   

Di tenda lain, di tenda pendaftaran sewa stand yang dipergunakan untuk live music berupa permainan organ tunggal sedang dilakukan sound check. Sementara stand yang ada di depan Pasar Modern Sinpasa, yang menjual rupa-rupa barang bekas seperti box dan tempat tidur bayi, kereta dorong dan berbagai macam lainnya untuk keperluan bayi juga barusaja selesai ditata.

   

Sementara di stand penjualan buku-buku dan komik lama atau sering disebut jadoel sudah mulai didatangi calon pembeli .. saya, yang juga barusaja selesai menata sekitar 35 buah lukisan dagangan saya, baik yang saya bawa langsung dari Eropa maupun yang hasil lukisan seniman Serpong sudah ditelepon bu Poppy untuk memberi kata sambutan dan sekaligus diminta pula untuk menyanyi.

   

Jadilah berduet menyanyikan lagu keroncong Bengawan Solo .. bagai mengiringi sepasang suami-isteri yang tengah memilih cassette lagu-lagu jadoel di stand mas Adi .. yang tampak bercelana pendek ini.

Di stand barang-barang antik ini setelah menyaksikan ibu Magdalena (dari Pengembang Summarecon Serpong, bercelana blue-jeans) tampak serius mengamati beberapa barang antik, maka momen tersebut tidak saya lewatkan dengan mengambil gambarnya pakai HP.

 

Ini adalah stand mas Daniel, yang mana tampak disini beliau menjual berbagai rupa barang-barang jadoel, seperti : berbagai merk rokok dari berbagai daerah di tanah air, buku-buku serta poster-poster jadoel, macam-macam jam weker antik, gembok-gembok kuno yang lengkap berikut anak kuncinya serta masih banyak lainnya.

Nah, yang ini adalah gambar saya bersama seorang warga setempat yang berasal dari Birmingham, Inggris yang ikut berjualan barang-barang bekas layak pakai di rumahnya. Selain kesan-kesan manis berjualan di Fleamarket Indonesia .. antara dia dan saya juga memiliki kesan yang indah karena sama-sama sebagai penggemar olahraga balapan jet darat Formula 1. , yang hari ini dimenangkan team dari Inggris.

Sebenarnya masih ada beberapa foto yang menampilkan beberapa pedagang lainnya, seperti : mas Rolan, mbak Imillia, ibu Mona, pak Rudy .. namun karena sudah kecapaian, maka foto-foto tersebut akan saya tampilkan pada tulisan berikutnya.

Salam Flea Market ..

Wien AR.

FLEAMARKET INDONESIA .. TAK KENAL TAK SAYANG!

15 Apr

 
InsyaAllah pada hari Sabtu dan Minggu, tanggal, 17 dan 18 April 2010 nanti cuaca sepanjang hari saat Fleamarket Indonesia buat pertamakali digelar di Sentra Gading Serpong senantiasa cerah. Sementara ini media yang sudah konfirmasi hendak meliput adalah El Shinta TV .. pada hari Sabtu. Yang masih tentative TV One .. karena kebetulan reporter yang tadinya hendak meliput masih bertugas di luar kota.  Dari media cetak baik koran, tabloid maupun majalah ada beberapa yang juga sudah menghubungi saya .. semoga tidak ada halangan nantinya!
 
   
 
Tulisan “Terbaru di Gading Serpong” memang benar, sebab sebelumnya memang belum pernah ada .. jangankan di Gading Serpong, bahkan di seluruh Indonesia juga belum pernah ada Fleamarket Indonesia. Pada soft opening di bulan April selama 2 kali Sabtu dan Minggu memang baru diadakan pada siang hari, dari jam 07.00 s/d 17.00. InsyaAllah pada bulan Mei 2010 Fleamarket sudah bisa diselenggarakan hingga jam 22.00 malam.
 
         
 
Sekelumit cerita seputar flea market insyaAllah akan kami tampilkan pada tulisan-tulisan berikutnya. Tapi jangan lupa ya .. nanti pada datang saat flea market mulai dibuka pada hari Sabtu lusa!
 
 

DARI JALAN SURABAYA KE GADING SERPONG.

13 Apr

Pulang dari Summarecon Serpong petang ini .. setelah istirahat sejenak lalu mbuka internet. Sebagaimana biasanya yang saya buka pertamakali adalah detik.com .. sekedar ingin tahu, ada berita terkini apa selain perihal ontran-ontran politik dan markus-markusan. Lha, kok .. mata langsung tetuju pada judul Jalan Surabaya ..

Pak Wien bersama 2 pedagang di Jl. Surabaya. by you. 

Gambar kios nomor 165 di Jalan Surabaya,  Menteng,  Jakarta Pusat.

                                                                                                              ***

Di jalan Surabaya ini, pengunjung diajak merasakan romantika masa lalu dengan berbagai barang antik yang diperjualbelikan.
Selasa 13/04/2010 18:45 WIB

Foto News

Rehat Sejenak di Jl. Surabaya Menteng

Fotografer – Ari SaputraBagi yang penat dengan aktivitas pusat Jakarta, ada baiknya mengunjungi pasar barang antik di Jl Surabaya, Menteng. Berbagai cinderamata, hiasan dinding dan pernak-pernik yang telah berumur puluhan tahun terpajang di jalan tersebut.

 

http://foto.detik.com/readfoto/2010/04/13/184547/1337663/157/1/rehat-sejenak-di-jl-surabaya-menteng

                                                                                                                       ***

Lha, saya .. yang hari Sabtu, tanggal 17 April 2010 nanti melaksanakan soft opening FLEAMARKET INDONESIA at SUMMARECON MAL SERPONG (SMS) di kawasan Gading Serpong tentu saja perlu menulis beberapa komentar di sini. Namun sebelum menuliskan komentar lebihanjut perlulah kiranya saya menampilkan beberapa item atau jenis barang yang bisa didapat tidak saja di Jalan Surabaya – Menteng tetapi juga di Fleamarket Indonesia di Gading Serpong., diantaranya :

               

         

                     

 

Nah, beberapa hal yang membedakan antara jualan di Jalan Surabaya dengan di Gading Serpong nanti adalah :

:: di Jalan Surabaya tidak ada yang jual mebel-mebel, sepeda dan apalagi motor dan mobil bekas/antik. Selain itu di Jalan Surabaya juga yang jualan semuanya saja adalah pedagang sehingga harga-harganya ya relatip jauh lebih mahal daripada di Flea Market pada umumnya.

Sementara ini dulu komentar saya .. insyaAllah kita akan bertemu dalam suasana yang menyenangkan, baik sebagai penjual maupun pembeli. Pada pergelaran perdana hari Sabtu, tanggal 17 April 2010 nanti. Dan kalau tidak ada aral melintang, maka selain keris-keris dari berbagai peninggalan sejarah kami juga akan menggelar rupa-rupa lukisan dan juga buku-buku dan komik jadoel.

                             

Bener ya .. Tak kenal Tak Sayang!

The Flea Market Capital.

10 Apr

Ini adalah catatan yang menunjukkan kebenaran, bahwa memang .. Berlin memiliki banyak sekali pasar flohmak (Floehmarkt).

Wien AR.

 

The flea market capital

Berlin has more flea markets than any city in Europe. We take a tour through the city’s best.

Berlin has more than 20 flea markets

The history-drenched German capital is famous for its opera and theatre activity, its lakes and rivers, its superbly modernised Olympic Stadium (built in 1936), the Brandenburg Gate and the Reichstag, now topped with a dome designed by British architect Sir Norman Foster.

Apart from all this culture, there’s also something more down-to-earth: Berlin’s weekend flea markets, which can be found in virtually every district of the city these days.

“Berlin has more flea markets than any other city in Europe,” claims Berlin-based Ralf Morawietz,  48, a collector and seller of coins, rare maps and late 19th century German postcards.

“More than 20 are to be found in Berlin,” says Morawietz, who is constantly on the move between Berlin and Warsaw, Paris and Barcelona, in search of items for the stall he shares with two pals, one a Kurd, the other a Turk, at a flea market in front of the Rathaus Schoeneberg, formerly West Berlin’s Town Hall.

A gifted linguist, who speaks fluent French, English, Polish and Spanish besides German, Morawietz owns thousands of finely-delineated maps of cities, towns and villages in Germany’s former East Prussian territories.

In the communist era, the German Democratic Republic’s Interior Ministry had custody of the maps. “When the Berlin Wall fell, a city book-store proprietor gained possession of them. Later on, knowing of my interest in maps, he agreed to sell them to me,” he confides.

“They are of interest to the Poles, Czechs and Russians living in the former German territories.”

Busy at his stall, he says, “I don’t display the maps here. I use the Internet for that side of my business. Here, I’m dealing in coins, and late 19th and early 20th century German postcards,” he explains.

                                                                                                                ***

Nearby, a poker-faced man sells broken-off porcelain heads and body parts of miniature dolls from an earlier age, once produced in factories in Thuringia and Saxony.

A couple of somewhat worn teddy bears, one of them a Hermann, the other a Steiff, win admiring glances. “They’re gorgeous,” enthuses a matronly American woman wearing a red cape. “But beyond my purse I’m afraid!”

Best known among Berlin’s 20 weekend flea markets is probably that on the 17th of June boulevard which leads down to the Siegessäule (Victory Column), marking Germany’s 1871 victory over the French, and to the Brandenburg Gate.

Tourists armed with travel guides and backpacks throng stalls packed with a riotous array of objects — including paintings, chandeliers, jumbled cutlery, antique dolls, porcelain figures, curtains,  crystal ware and posh-looking tea sets.

“Prices can get hefty here,” observes a flea-market veteran. “But there are bargains to be found if you look hard enough.”

The Am Kupfergraben market is a paradise for book-worms

Art experts mingle with the crowds. So, too, on occasions do detectives hunting lost or stolen art works. Romanian-made “Galle” vases, executed in the style of the French master, have been showing up in Berlin in recent months

Some unwitting tourists have bought them, believing they were genuine Galle glass works.

Florentine C. Bredow, a noted collector of German-made teddy bears, spends most weekends scouring the city’s flea markets. “A few years ago you could pick up wonderful bargains. But now the hobby is getting more expensive”,  she sighs, “and the competition fiercer!”

Her collection includes German-made Schuco, Strunz, Steiff, Hermann, and Zotty bears, as well as dozens of bears used for company promotion  purposes.

                                                                                                                  ***

A jovial blond-haired woman, she horded teddies over a 30-year span, stashing them in every room of her spacious Kurfürstendamm apartment, which ultimately earned her a place in the Guinness Book of Records.

“I  started acquiring bears at a young age, when there were few bear collectors around. I got most of them at German flea markets,” she says.

Today, Ms Bredow’s collection is housed in the Teddy Bear Museum in Hof, Bavaria.

Another popular market is located at Am Kupfergraben in Berlin’s Mitte district. It’s a paradise for book-worms. Virtually every other stall sells second hand-books, sometimes complete editions by such famous German authors and playwrights as Brecht, Boell and Grass.

Joschka Fischer, the German foreign minister, is sometimes found browsing at books here, before disappearing in the direction of Unter den Linden.

One of the bigger weekend markets is that at the Falkenseer Chaussee, in the city’s north-western Spandau district. More than 120 stalls are packed with second-hand clothes — dresses, pullovers and T-shirts, 1970s-style lamps and computer games. .

Besides German and Turkish, Russian is frequently heard among a babble of voices.

In Berlin-Treptow the visitor can combine a trip to the huge indoor Arena flea market with a stroll by the river, and a dive into an off-shore tanker converted into a swimming pool.

“Everything is possible in Berlin,” smiles coin dealer Morawietz, who revels in Berlin’s diversity.

July 2004

[Copyright DPA with Expatica]

http://www.expatica.com/ch/leisure/arts_culture/the-flea-market-capital-9852_10254.html?ppager=0

Subject: Berlin, flea markets